MTs YPI Panjeng Gelar Puncak Kokurikuler Debat Bertema Bullying: Dorong Pencegahan Melalui Bernalar Kritis

*Ponorogo, 5 Desember 2025* – Suasana Masjid Miftahul Jannah MTs YPI Panjeng pada Jumat pagi terasa hangat dan penuh semangat. Pasca Penilaian Akhir Semester (PAS), madrasah menggelar puncak kegiatan kokurikuler debat dengan tema Bullying, isu yang sangat dekat dengan dinamika kehidupan siswa. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian 16 pertemuan yang diikuti siswa kelas 7 hingga 9 selama satu semester.
Sejak awal semester, kokurikuler debat menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan berbicara, berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta menyampaikan pendapat berbasis fakta dan data. “Kami ingin siswa mampu menyampaikan gagasan secara berani sekaligus bertanggung jawab,” ujar salah satu fasilitator kegiatan debat. Tema bullying dipilih karena dianggap penting untuk dibahas bersama sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Kegiatan debat diawali dengan partisipasi lebih dari 30 tim dari seluruh kelas. Setelah melalui rangkaian latihan dan pendampingan, terhimpun 12 tim yang kemudian tampil pada acara puncak untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Penyampaian argumen yang terstruktur, analisis dampak bullying, serta gagasan pencegahan yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua membuat jalannya debat berlangsung hidup dan mendalam. Beberapa tim bahkan melampirkan data yang mereka kumpulkan sendiri, sehingga diskusi menjadi semakin relevan dengan situasi nyata.
Acara berlangsung lancar hingga memasuki babak Debat Akhir yang mempertemukan dua tim terbaik. Kedua tim menampilkan argumentasi yang kuat, respons cepat, serta penyajian yang percaya diri. Pada kesempatan ini, dua tim dari kelas 9A dan 8A dianugerahi penghargaan sebagai *penyaji terbaik 1 dan 2* berkat kemampuan analitis serta ketepatan mereka dalam merespons argumen lawan.

Kepala MTs YPI Panjeng yang hadir menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan fasilitator. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengembangkan potensi siswa sekaligus menumbuhkan budaya sekolah yang lebih positif,” ujarnya. Ia berharap nilai-nilai yang dibawa dalam debat dapat menjadi dorongan nyata bagi siswa untuk mencegah praktik bullying dalam kehidupan sehari-hari.
Penutupan kegiatan kokurikuler debat ini menunjukkan bahwa siswa MTs YPI Panjeng siap menjadi agen perubahan. Dengan kemampuan bernalar kritis dan berbicara berdasarkan fakta, mereka membuktikan bahwa bullying adalah masalah yang dapat diatasi ketika ada kesadaran dan kerja sama semua pihak.