Khazanah Ramadan: Menyelami Samudra Fikih Lewat Kitab Safinatun Najah

PANJENG – Di tengah hiruk-pikuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) normal di bulan suci Ramadan, Madrasah MTs dan MA YPI Panjeng menghadirkan suasana berbeda. Seluruh siswa-siswi tampak khusyuk menundukkan kepala, bukan sekadar menghadap buku pelajaran umum, melainkan menyimak baris demi baris kalimat dalam Kitab Safinatun Najah.

Kegiatan “Ngaji Pasan” ini menjadi agenda rutin yang disisipkan di sela-sela jadwal KBM. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat identitas madrasah yang berbasis nilai-nilai kepesantrenan.

Memperkokoh Fondasi Aqidah dan Fikih Dasar

Kitab Safinatun Najah karya Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dipilih karena sifatnya yang ringkas namun padat akan ilmu dasar. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi MTs dan MA YPI Panjeng diajak untuk:

Memantapkan Aqidah: Memahami rukun iman dan dasar-dasar tauhid yang benar

Mendalami Fikih Ibadah: Mengupas tuntas tata cara bersuci (thaharah), shalat, hingga aturan puasa yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Etika dan Adab: Meneladani akhlak para ulama dalam menuntut ilmu.

Integrasi Ilmu Umum dan Agama

Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah YPI Panjeng menyampaikan bahwa meskipun KBM formal tetap berjalan, aspek spiritual tidak boleh dikesampingkan.

“Ngaji Pasan ini adalah ikhtiar kita agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual di kelas umum, tapi juga memiliki ‘bekal selamat’ (Safinatun Najah) dalam menjalankan ibadah wajib. Ini adalah ciri khas kita sebagai madrasah di bawah naungan YPI Panjeng,” ungkap beliau.

Antusiasme Santri Madrasah

Suasana madrasah berubah layaknya pondok pesantren saat suara lantunan makna kitab (ngapsahi) bergema di ruang-ruang kelas. Para siswa terlihat telaten memberikan makna pegon pada kitab mereka masing-masing. Kegiatan ini terbukti efektif menyegarkan pikiran di tengah rasa haus dan lapar saat berpuasa, sekaligus menambah khazanah keilmuan yang barokah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lulusan MTs dan MA YPI Panjeng memiliki kemandirian dalam beribadah dan pemahaman agama yang kuat sebagai benteng di era modern.

Sumber : Panitia Ngaji Pasan

Editing : Tim Humas MTs YPI Panjeng

Berita Terkait